Allah Tritunggal – Tuhan Yesus digambarkan oleh Musa

Allah Tritunggal 3

Tuhan Yesus digambarkan oleh Musa

Allah Tritunggal 2

Allah Tritunggal dan Para MalaikatNya

 

 

[img]https://bigbiblebook2.files.wordpress.com/2012/12/allah-tritunggal-31.jpg[/img]

[b][color=#FF0000]1. Tuhan Yesus yang tertinggi, tidak ada yang lebih tinggi daripada Dia.[/color][/b]
Tuhan Yesus mengecilkan & merendahkan diriNya menjadi Anak Manusia, atau dalam daging.
Tapi ada yang mengira bahwa itu berarti Yesus adalah Allah yang lebih kecil daripada Bapa, seakan2 ada 2 atau 3 Allah. Maka saya tanggapi bahwa itu tidak benar.
Sebenarnya, Tuhan Yesus adalah Allah itu sendiri, sebab Ia adalah Satu dalam Allah.
[color=#0000FF]Tuhan Yesus duduk di tempat yang tertinggi di Kerajaan Allah, tidak ada yang menyamai Dia. Bapa & Anak terpisah jauh dengan yang lainnya, seperti yang digambarkan oleh Musa & Allah di atas Gunung Sinai. Jadi Bapa tidak duduk lebih tinggi dari Yesus, atau Bapa lebih besar dari Yesus di sorga.[/color]

[b][color=#FF0000]2. Sekalipun tertinggi, Tuhan Yesus tidak memerintah sendiri.[/color][/b]
Yesus berkata: kalian seharusnya senang, sebab Aku pergi kepada Bapa, dan Bapa lebih besar. Maksudnya : Yesus akan menjadi lebih besar saat di sorga, sama besar & sama tinggi dengan Bapa, karena Ia sepenuhnya masuk kembali ke dalam Keseluruhan Kemuliaan Bapa (100% Mulia seperti Bapa), karena Bapa tidak memberikan kemuliaanNya kepada yang lain, Seluruh Kemuliaan & Kepunyaan Bapa adalah Milik Yesus Kristus.
Namun juga dikatakan Yesus akan naik & menaklukkan diri kepada Bapa, artinya Ia akan membuat Bapa diperallah oleh semua ciptaan, dengan cara Ia akan duduk di tahta Bapa, memakai baju kemuliaan Bapa, mahkota Bapa, memegang tongkat kerajaan Bapa, dengan kata lain Yesus menjadi Bapa dengan memakai seluruh Atribut Kekuasaan Bapa.
[color=#0000FF]Jadi Yesus duduk di tahta tidak mempermuliakan diriNya sendiri, tapi Mempermuliakan Kerajaan Bapa. Dan memang Kemuliaan Bapa itu dimiliki Bapa & dipersiapkan Bapa HANYA UNTUK YESUS. Jadi bukan 2 Allah yang berbeda, hanya ada 1 tahta Allah bagi Tuhan Yesus.[/color]

[b][color=#FF0000]3. Kekuasaan & Hikmat Tuhan Yesus tidak pernah berubah karena Keilahian selalu menyertaiNya & Ia selalu menjalankan KeilahianNya.[/color][/b]
Bapa Menyerahkan KekuasaanNya 100%, jadi Yesus adalah Allah yang sama besar dan sama tinggi dengan Bapa. Seperti Daud menyerahkan KerajaanNya ke tangan Salomo, demikianlah Bapa menyerahkan semua ke tangan Yesus Kristus, bahkan membuat Kerajaan Yesus itu menjadi lebih besar lagi.
Namun ini juga bukan berarti bahwa sebelumnya Yesus bukan Allah atau lebih kecil dari yang sekarang atau yang akan datang. Sekalipun Yesus di dalam wujud manusia, Yesus tidak pernah berhenti menjadi Allah & bekerja sebagai Allah. Bahkan berinkarnasi pun menjadi pekerjaan ilahiNya.
[color=#0000FF]Terbukti saat Yesus berumur 12 tahun, HikmatNya tidak berkurang sama sekali, Yesus benar2 Tuhan Allah yang melampaui semua Akal Budi Manusia. Terbukti walau dalam wujud manusia, FirmanNya tetap berkuasa atas alam semesta.
Sudah sejak sebelum dunia diciptakan, Yesus semulanya adalah Allah Tritunggal, Yesus adalah Alam Lingkaran Kudus Allah, Sendirian di sana menjadi Allah, bersama Sinar Pengertian (Bapa).[/color]

[b][color=#FF0000]4. Tuhan Yesus adalah Kesadaran Diri Allah & Pengertian Allah, satu2nya yang mengenali Allah & menjadikan Allah.[/color][/b]
Bagaimana kita tahu bahwa kita ini manusia? Karena ada yang mengenali, mengakui & memanggil kita sebagai manusia, yaitu Allah. Allah berkata: hai manusia! baru saat itulah kita mengerti & tahu bahwa kita adalah manusia. Allah adalah sumber pengertian.
[color=#0000FF]Nah siapa yang mengenali bahwa Allah adalah Allah saat permulaan saat Ia masih sendirian?
Tidak ada yang lain, hanya ada Allah sendiri, maka Allah sendiri yang memanggil Allah.[/color]
Allah mulanya adalah Kesadaran & Pengertian (Hikmat), maka dimungkinkan terciptanya manusia yang berakal budi, bukan hanya partikel2 atom yang mati seperti di dalam teori penciptaan melalui evolusi.

[b][color=#FF0000]5. Tuhan Yesus adalah Yang Pertama, Yang Awal, dari segalanya, lahir bersama Allah, hidupNya sepanjang hidup Allah.[/color][/b]
Hikmat itulah yang berseru di dalam diriNya: Aku tahu Yang Baik & Benar, Engkaulah Allah (ibrani:Oneness, yang tahu adalah satu dengan yang diketahui, di dalam dia).
[color=#0000FF]Itulah Anak yang mengenali keilahian, membuat Yang Benar itu menjadi Kebenaran.
Maka ”saat itu” jadilah Allah itu Allah, sekalipun saat itu tidak ada siapa2 selain Dia.
Lalu Allah itu berkata kepada DiriNya juga: Mari jalankan Kebenaran, jadilah Tuhan/Raja.
Itulah Bapa yang memulai Memerintah, membuat Kebenaran menjadi Hidup dalam Anak.
Maka ”saat itu” jadilah Tuhan itu Tuhan, sekalipun saat itu tidak ada siapa2 selain Dia.[/color]
Maka Anak mengatur segala sesuatu menurut yang dipandang benar oleh Bapa.
Itulah Allah Tritunggal, hanya ada Dia, yaitu Tuhan Yesus Kristus bersama Yang Tidak Terlihat.
[color=#0000FF]Dan Lingkaran Allah itu adalah Roh, Allah itu Roh & Hidup, di dalamNya ada Tuhan Yesus Sang Kebenaran, yang terus mendengar & melakukan apa yang dikehendaki Bapa di dalam hati Anak.[/color]

[b][color=#FF0000]6. Tuhan Yesus satu2nya Kebenaran sehinga satu2nya yang menerima penyembahan di sorga & seluruh semesta.[/color][/b]
Lalu Tuhan Yesus menciptakan mahkluk2 berpengertian, yaitu serafim & kerubim.
Mahkluk2 yang hanya memandang kepada Sang Raja, yang mengenali Dia Yang Benar & Yang Berkuasa: Engkaulah Allah, Engkaulah Tuhan kami! Suci, Suci, Suci! (sebab di dalam Anak adalah Bapa).
Lalu Tuhan Yesus menciptakan malaikat2 untuk melayani kebenaran, mendengar kebenaran, menyuarakan kebenaran, menjalankan kebenaran, yaitu melakukan apa yang benar yang dikatakan/diperintahkan oleh Anak Allah. Malaikat2 bersaksi satu sama lain : Dialah Allah, Dialah Tuhan kita, Sembahlah Dia! Suci, Suci, Suci!

[b][color=#FF0000]7. Tuhan Yesus adalah Allah yang di dalam Tabut Perjanjian Lama.[/color][/b]
[color=#0000FF]Seperti juga yang digambarkan oleh Tabut Perjanjian, demikianlah Allah.
Allah tersendiri, di dalam Dia ada Tongkat/Jalan/Anak, Hukum/Kebenaran/Bapa, & Mana/Hidup/Roh.
Tuhan Yesus itulah yang di dalam diri Allah, dan Allah menjadi Tuhan Yesus (Raja, Penguasa, Pencipta).[/color]
Seperti yang terdapat di sebelah luar tabut itu, hanya kerubim2 yang boleh ada di dekat Allah tapi harus selalu memandang Allah & sejalan dengan Allah, SETIA, tidak boleh memandang yang lain, tidak boleh sesat. Tapi mereka tidak pernah menjadi bagian Allah Tritunggal, sekalipun selalu bersama2 Allah, mereka hanya bisa memandang & mengerti, tapi tidak turut memutuskan & tidak bisa melihat kedalaman Bapa seperti Anak Allah.

[b][color=#FF0000]8. Tuhan Yesus adalah Allah yang tidak dikenali & tidak dikehendaki di dunia oleh manusia yang sesat.[/color][/b]
Dan semua ciptaan yang lain tidak dapat mendekati Allah, ataupun melihat & mendengar Allah secara langsung. Apalagi manusia berdosa, mereka berada di luar Sorga/Kemah Allah.
Mereka hanya dapat mendengar imam2 yang menyampaikan Firman Allah, seperti jabatan malaikat. Demikianlah manusia berdosa, selamanya tidak akan masuk ke sorga, itulah adil.
Seluruh isi bumi ini dapat dibinasakan dengan mudah & sah kapanpun Dia mau.
Jika Allah tidak berfirman, maka seluruh dunia akan larut dalam dosa. Tapi karena Allah ingin menyelamatkan sebagian mereka, maka barulah Dia berfirman & menunda kebinasaan mereka. Jadi keselamatan bukanlah berasal dari kehendak manusia.
Demikian juga di Gunung Sinai. Tanpa Allah berfirman, maka semua manusia segera membuat dewanya sendiri untuk bersukaria. Dan saat Tuhan Yesus datang ke dunia, maka manusia pun segera membunuhNya. Allah & manusia berdosa sebenarnya tidak bisa dipersatukan.

Hanya karena Tuhan Yesus rela turun menjadi manusia, maka keselamatan baru mungkin.
Karena Allah menjadikan diriNya sebagai bangsa manusia, sehingga wajar & sah bila Allah hendak membela & mempertahankan bangsaNya itu.
Lucifer tidak mungkin diselamatkan karena dia sendiri adalah mahkluk roh yang memberontak kepada Roh Anak Allah, sehingga Lucifer disebut pengkhianat (melawan dari dalam).
Namun karena Tuhan Yesus merendah menjadi umat yang harus tunduk di bawah hukum (padahal sesungguhnya Dia adalah Hakim, Pembuat Hukum), maka dagingNya bisa dicobai, dihakimi & dibunuh. Itulah artinya Dia merendahkan diri.
Tapi sedikit pun Yesus tidak pernah berhenti menjadi Allah di dalam Bapa, seperti kataNya: Bapa selalu menyertai Aku. Bagi Bapa, Yesus tidak pernah mati, hanya tertidur. Bagi Bapa, hanya daging Yesuslah yang dimatikan, tapi RohNya hidup kekal karena selalu bersama Bapa.

[color=#FF0000]1 Timotius 3:16
sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”
1 Petrus 3:18
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
[/color]

[b][color=#FF0000]9. Tuhan Yesus membuka kesadaran diri manusia berdosa, & mereka pun melenyapkan diri di neraka.[/color][/b]
Setelah semua orang pilihan diubah menjadi orang2 kudus, maka Hukum dibacakan & Kebenaran Tuhan Yesus dinyatakan sebagai Tuhan Allah & Raja Semesta Alam.
Orang2 yang membenci Dia akan takut pucat seperti disamber geledek, lalu langit digulung, bumi dibongkar, seluruh kisah ditutup, pertunjukkan selesai, manusia berdosa dihukum.
Tuhan Yesus mengenali orang2 pilihan & berkata: kalian adalah orang2 kudus milikKu!
Maka kita diberi kesadaran & mengenali diri sebagai milik Tuhan Yesus, lalu memuji Dia.
Tuhan Yesus mengusir orang2 durhaka & berkata: kalian adalah pembuat kejahatan, enyahlah!
Maka mereka diberi kesadaran diri sebagai mahkluk terkutuk yang jahat & menjijikkan, dan mereka ketakutan sekali melihat Sang Suci. Mereka ‘membakar diri’ selamanya di neraka.

Berikut gambaran sekilas tentang Pengertian Allah dalam kitab Yehezkiel, Tuhan Yesus adalah Pusat dari segalanya, sebab [color=#0000FF]Tuhan Yesus adalah ALLAH YANG MELIHAT ALLAH. SUCI,SUCI,SUCI![/color]

[img]https://bigbiblebook2.files.wordpress.com/2012/12/allah-tritunggal-2.jpg[/img]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: